Kamis, 11 Juni 2020

Contoh-contoh Infaq Sederhana di Sekitar Kita

Sudahkah Anda berinfaq hari ini? Untuk berinfaq, Anda tidak harus menunggu dalam keadaan lapang saja, namun dalam keadaan sempit pun, kita juga tetap dianjurkan untuk berinfaq. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran Surah At Thalaq ayat 134 yang menjelaskan bahwa orang yang berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun sempit akan dicintai oleh Allah SWT.

Infaq online merupakan salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan. Bahkan, setiap pagi malaikat selalu mendoakan bagi siapa pun yang mau berinfaq. Lalu, bagaimanakah cara berinfaq yang dapat Anda lakukan? Di bawah ini akan diberikan contoh-contoh infaq sederhana yang ada di sekitar kita, berikut dengan keutamaan yang akan Anda dapatkan jika gemar melakukannya.

Contoh-contoh Infaq Sederhana di Sekitar Kita

Mungkin sebagian besar dari kita berpendapat jika infaq hanya dilakukan ketika memiliki kelebihan. Namun ternyata, Allah juga menganjurkan kita berinfaq meski dalam kesempitan. Pada dasarnya, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Jadi, kita tidak perlu merasa takut kekurangan jika berinfaq meskipun memiliki pendapatan yang rendah.

Contoh-contoh infaq sederhana yang dapat Anda lakukan, antara lain :

  • Menyumbangkan sebagian pendapatan untuk korban bencana alam
  • Menyisihkan penghasilan untuk biaya operasional dan perawatan masjid dengan memasukkannya ke dalam kotak amal
  • Menyumbangkan sebagian harta untuk fakir miskin
  • Membelanjakan harta untuk menyantuni anak yatim
  • Menyumbangkan sebagian harta untuk pembangunan pondok pesantren atau madrasah
  • Menyisihkan sebagian harta untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di panti asuhan
  • Memberikan dana bagi tetangga yang membutuhkan
  • Membeli mas kawin
  • Berdonasi melalui platform khusus untuk umat muslim yang membutuhkan di berbagai pelosok negeri
  • Memberikan sebagian rejeki kepada pengemis di tepi jalan
  • Memberikan hibah atau hadiah
  • Menyisihkan sebagian harta untuk kaum dhuafa
  • Memberi nafkah kepada keluarga dan sanak saudara

Perbedaan Infaq dan Sedekah

Setelah melihat beberapa contoh infaq sederhana di atas, mungkin sebagian besar dari Anda berpendapat jika infaq sama dengan sedekah. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang kedua amalan tersebut memiliki banyak persamaan. Tetapi, pada dasarnya antara infaq dan sedekah terdapat beberapa hal yang membedakannya.

Yang dimaksud infaq yaitu membelanjakan harta sesuai dengan tuntunan Islam untuk kepentingan kemanusiaan. Sedangkan sedekah yaitu melakukan sesuatu untuk orang lain secara sukarela yang dapat diwujudkan dalam bentuk harta maupun non harta dengan mengharapkan ridho Allah Ta’ala. Berdasarkan makna tersebut, ruang lingkup sedekah jauh lebih luas dibandingkan dengan infaq.

Jika infaq hanya dapat dilakukan dengan materi, namun sedekah dapat berupa materi maupun non materi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda jika semua perbuatan baik termasuk sedekah. Memberikan nasihat yang baik, senyum yang tulus, menyingkirkan batu di jalan, membahagiakan orang lain, membantu tenaga dan jasa, membaca kalimat tayibah tergolong dalam sedekah.

Jadi, hal baik apapun yang Anda lakukan bernilai sedekah di hadapan Allah. Sedangkan untuk infaq, Anda harus menyisihkan sebagian pendapatan agar dapat mengamalkannya.

Perbedaan Infaq dan Zakat

Setelah mengetahui perbedaan infaq dan sedekah, berikut juga akan dijelaskan mengenai perbedaan antara infaq dan zakat. Zakat merupakan salah satu amalan wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap orang muslim dan termasuk salah satu rukun Islam. Jadi, setiap orang muslim yang telah memenuhi syarat wajib mengeluarkan zakat.

Terdapat dua jenis zakat yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan setiap Bulan Ramadhan dan zakat mal yang dikeluarkan setahun sekali. Untuk zakat fitrah wajib hukumnya bagi setiap umat muslim baik laki-laki maupun perempuan, baik masih bayi maupun sudah lansia, sedangkan zakat mal hanya berlaku bagi kaum muslim yang memiliki harta dan telah sampai pada nisabnya.

Jadi, perbedaan antara infaq dan zakat terletak pada waktu dikeluarkannya. Jika zakat ditentukan kapan waktunya, namun infaq kita dapat melakukan kapan pun tanpa terikat waktu. Untuk zakat pun jumlahnya juga ditentukan, sedangkan infaq dapat diberikan tanpa dibatasi jumlahnya. Infaq dapat diberikan kepada siapapun, namun zakat hanya boleh diberikan kepada 8 asnaf saja.

Sifat Hukum Infaq

Banyak ulama yang berpendapat jika sifat hukum infaq adalah sunnah, namun ada juga yang berpendapat jika hukumnya adalah fardu kifayah. Namun, sifat hukum infaq sendiri dibagi menjadi 4 jenis tergantung dari niat dan tujuannya, yaitu :

  1. Wajib

Hukum infaq menjadi wajib jika Anda membelanjakan harta memang untuk keperluan yang memang wajib untuk dipenuhi, misalnya memberi nafkah keluarga dan membeli mas kawin atau mahar

  1. Mubah

Mubah di sini artinya boleh. Jadi, jika Anda membelanjakan harta untuk bercocok tanam, berdagang, atau beternak yang diperbolehkan dalam Agama Islam maka sifat hukum infaq adalah mubah

  1. Haram

Hukum infaq bisa menjadi haram jika Anda membelanjakan harta untuk keperluan yang dilarang oleh Agama Islam. Sebagai contohnya yaitu infaq kepada fakir miskin tetapi tidak karena Allah (riya’) atau infaqnya kaum kafir untuk menghalangi dakwah Islam

  1. Sunnah

Jika Anda membelanjakan harta untuk orang yang membutuhkan atau anak yatim maka hukum infaq menjadi sunnah. Selain itu, memberikan donasi pada lembaga sosial dan memberikan hadiah atau hibah juga tergolong infaq yang dihukumi sunnah.

Keutamaan Infaq

Setiap amalan apapun yang diajarkan oleh Rasulullah pasti mengandung hikmah di dalamnya, begitu juga dengan infaq. Banyak hadits nabi dan firman Allah yang menganjurkan kita untuk berinfaq karena pada dasarnya amalan ini memiliki banyak sekali keutamaan. Beberapa hikmah yang akan Anda dapatkan dengan berinfaq, antara lain :

  • Menghindarkan diri dari sifat kikir karena dengan berinfaq kita menjadi peduli dengan kesusahan orang lain dan dermawan
  • Infaq berfungsi sebagai penyempurna amalan ibadah yang kita lakukan sesuai dengan Surah Ali Imran ayat 92 yang menjelaskan jika kita tidak akan sampai pada kebajikan yang sempurna sebelum menafkahkan sebagian harta yang dimiliki
  • Sebagai jalan pembuka rejeki yang halal dan berkah bagi umat muslim
  • Mengangkat derajat fakir miskin dan membantu kesulitan hidup yang mereka alami
  • Diberikan kemudahan oleh Allah ketika menghadapi berbagai permasalahan
  • Mengecilkan perbedaan antara si Miskin dan si Kaya
  • Disediakan pintu surga khusus bagi hamba Allah yang gemar berinfaq dan bersedekah yaitu pintu Sakhoya
  • Mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka
  • Sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 195 yang menjelaskan tentang salah satu cara berbuat baik adalah membelanjakan harta di jalan Allah dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik
  • Melipatgandakan pahala sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 261 yang menjelaskan tentang orang yang berinfaq di jalan Allah bagaikan orang yang menanam sebuah biji kemudian menghasilkan tujuh tandan
  • Mengobati berbagai penyakit hati seperti iri dan dengki
  • Membersihkan atau menyucikan harta yang dimiliki
  • Mendapat naungan pada hari akhir
  • Menolak datangnya musibah

Setelah mengetahui jika infaq dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan jumlah yang tidak dibatasi, tentunya akan membuat Anda lebih bersemangat untuk melakukannya bukan? Banyak hikmah yang akan Anda dapatkan dengan berinfaq. Selain mampu menolong orang lain, infaq juga menjadi salah satu cara kita mensyukuri anugerah Allah yang luar biasa.

Disqus Comments