Minuman Berkarbonasi Serta Efek yang Ditimbulkan untuk Kesehatan

Kita pasti banyak menemukan minuman berkarbonasi yang dijual di pasaran. Dari anak kecil hingga orang tua menggemari cairan penghilang dahaga ini. Biasanya dikemas dalam bentuk botol atau kaleng. Biasanya air berkarbonasi ini banyak digemari dan diminum ketika sedang berkumpul bersama teman-teman, keluarga dan kerabat. Rasanya yang manis dan menyegarkan, apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin, menjadikannya pilihan favorit banyak orang. Air minum berkarbonasi biasa disebut soft drink, mengandung berbagai bahan yaitu:

Hasil gambar untuk minuman bersoda
 
Carbonated water atau air soda

Sekitar 86% kandungan soft drink adalah air soda. Di dalam air soda mengandung gas karbon dioksida atau CO2.

Bahan pemanis

Rasa manis dalam sebuah soft drink didapat dari bahan pemanis buatan atau sukrosa. Sukrosa sendiri adalah paduan antara fruktosa dan glukosa yang termasuk dalam karbohidrat. Jumlah sukrosa dalam soft drink mencapai 10% bagiannya. Pada beberapa soft drink zat pemanis yang digunakan adalah aspartam yang memiliki sifat 200 kali lebih manis dari gula sehingga dalam satu botol soft drink hanya memerlukan sedikit aspartam.

Bahan perasa

Bahan perasa biasanya terdiri dari bahan perasa alami dan buatan. Bahan perasa alami didapat dari buah-buahan, kacang dan tanaman herbal lain. Sedangkan bahan perasa tambahan digunakan agar soft drink memiliki rasa yang lebih baik.

Asam

Memiliki peran dalam menambah kesegaran dan kualitas pada soft drink. Biasanya menggunakan asam sitrat dan asam fosfat.

Kafein

Kafein yang terkandung dalam soft drink mencapai 1/3 sampai ¼ dari kafein dalam kopi. Karenanya soft drink juga memiliki efek stimulansia untuk tubuh.

Pewarna

Soft drink berbagai rasa dan warna pastinya lebih disukai. Paduan pewarna alami dan buatan dapat digunakan sebagai penunjang.

Minuman ringan berkarbonasi dapat memberikan efek bagi tubuh sesuai dengan bahan yang terkandung di dalamnya. Beberapa efek yang sudah dibuktikan secara ilmiah antara lain:

Pengeroposan tulang

Konsumsi soft drink disertai dengan menurunnya konsumsi susu dapat mengakibatkan terhambatnya penyerapan kalsium. Hal ini berakibat pada pengeroposan tulang, terutama pada perempuan dan dapat mengarah pada kejadian fraktur atau patah tulang.

Asam urat terutama di jari kaki

Mengkonsumsi 2 botol atau gelas soft drink per hari dapat mengakibatkan penyakit asam urat. Hal ini dikarenakan kandungan fruktosa dalam soft drink yang memicu timbulnya penyakit asam urat. Dalam hal ini pria memiliki faktor resiko lebih tinggi.

Merapuhkan gigi

Sama seperti pada tulang, penghambatan penyerapan kalsium menyebabkan gigi mudah rapuh, apalagi kandungan asam sitratnya.

Diabetes


Konsumsi soft drink yang mengandung fruktosa memiliki sejumlah kecil insulin dibanding makanan berkarbohidrat. Konsumsi fruktosa dapat menyebabkan resistensi insulin yang lambat laun akan berpotensi mengakibatkan diabetes.

Memicu kangker pankreas


Minum soft drink 2 kali sehari mempercepat resiko terjadinya kangker pankreas. Kangker pankreas akan memicu penyakit diabetes II. Faktor tinggi gula dalam soft drinklah yang menyebabkan resiko kangker tersebut.

Selain pengaruh negatif yang sudah disebutkan diatas, minuman berkarbonasi juga dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Obesitas dapat menyebabkan tingginya tekanan darah sehingga berpotensi stroke atau serangan jantung. Konsumsi soft drink sebaiknya dibatasi, terutama untuk anak kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan. Hal ini berkaitan dengan efek soft drink pada tulang dan gigi. Ada baiknya membatasi asupan soft drink hanya seminggu sekali atau maksimal 2 kali.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Informasi Digital - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger